RSS

Dongeng Membangun Jiwa :D

25 Agu

Pada suatu hari…
Ada seorang guru yang tersohor di Baghdad…
Guru itu mempunyai 3 murid.
Ke 3 murid itu pintar. Tetapi guru mereka kelihatannya lebih menyukai satu diantara ketiganya.
Dua murid lainnya begitu marah dan curiga. Mereka ingin tau mengapa guru itu lebih menyukai murid yang ke tiga. Mereka bertanya, ‘Apa yang membuat mereka lebih istimewa guru?’
Bukannya memberi jawaban langsung, sang guru memberi seekor ayam kepada setiap muridnya. Kemudian dia memberi perintah ‘Kalian semua harus pergi ke tempat yang tidak seo Pada suatu hari…
Ada seorang guru yang tersohor di Baghdad…
Guru itu mempunyai 3 murid.
Ke 3 murid itu pintar. Tetapi guru mereka kelihatannya lebih menyukai satu diantara ketiganya.
Dua murid lainnya begitu marah dan curiga. Mereka ingin tau mengapa guru itu lebih menyukai murid yang ke tiga. Mereka bertanya, ‘Apa yang membuat mereka lebih istimewa guru?’
Bukannya memberi jawaban langsung, sang guru memberi seekor ayam kepada setiap muridnya. Kemudian dia memberi perintah ‘Kalian semua harus pergi ke tempat yang tidak seorangpun yang dapat melihatmudan bunuhlah ayam itu. Besok, kan aku tunjukkan kepada kalian siapa murid yang paling baik dan mengapa’
Besok paginya, dua murid datang lebih dulu membawa ayam yang sudah mati.
Kemudian datang seorang lagi murid keayangan sang guru, lalu duduk diantara teman-temannya dan menaruh ayamnya di tanah.
Ayam itu masih hidup dan berjalan berkeliling, berkotek-kotek dan mencakar-cakar tanah mencari makan.
Melihat itu, si murid ketiga memberinya beberapa butir jagung. Kedua temannya, murid-murid yang membawa ayam mati mulai menertawainya. ‘Lihat!’ kata mereka. ‘Ia tidak bisa mengerjakan tugasnya. Ia pasti malas mencari tempat di mana tak ada seorangpun yang dapat melihatnya. Atau mungkin ia terlalu takut membunuh ayam itu.’
Tak lama kemudian, guru itu datang. Ia bertanya pada salah sat murid yang ayamnya sudah mati, ‘Ceritakanlah padaku bagaimana enkau menyelesaikan tugas yang kuberikan kemarin!’ murid itu menjawab. ‘Guru, aku pergi ke hutan saat tengah malam, kupastikan tak ada seorangpun yang mengikutiku. Kemudian, aku bunuh ayam itu, lalu kembali pulang’, murid yang lain berkata ‘Aku masuk kedalam gua di atas bukit, dimana tak seorng pun bisa memanjatnya. Lalu aku bunuh ayam itu dan kembali pulang’ Kini, tiba giliran murid kesayangan sang guru. Ia berkata ‘Maaf guru, tapi aku tak bis menemukan tempat dimana tak seorang pun bisa melihatku. Kemana pun aku pergi, selalu ada tuhan yang melihatku. Jadi aku tak dapat melaksanakan perintahmu, dan kini ayamku masih hidup.’
Sang guru tersenyum dan berkata ‘Sekarang kalian lihat mengapa ia murid yang istimewa? Ia tau bahwa tuhan selalu melihat, karena itu tak terpikir olehnya untuk berbuat jahat karena ia merasa bahwa Tuhan selalu mengawasinya, bahkan jika tak ada seorang pun ada di sekitarnya. Karena itulah, ia menjadi murid kesayanganku’.rangpun yang dapat melihatmudan bunuhlah ayam itu. Besok, kan aku tunjukkan kepada kalian siapa murid yang paling baik dan mengapa’
Besok paginya, dua murid datang lebih dulu membawa ayam yang sudah mati.
Kemudian datang seorang lagi murid keayangan sang guru, lalu duduk diantara teman-temannya dan menaruh ayamnya di tanah.
Ayam itu masih hidup dan berjalan berkeliling, berkotek-kotek dan mencakar-cakar tanah mencari makan.
Melihat itu, si murid ketiga memberinya beberapa butir jagung. Kedua temannya, murid-murid yang membawa ayam mati mulai menertawainya. ‘Lihat!’ kata mereka. ‘Ia tidak bisa mengerjakan tugasnya. Ia pasti malas mencari tempat di mana tak ada seorangpun yang dapat melihatnya. Atau mungkin ia terlalu takut membunuh ayam itu.’
Tak lama kemudian, guru itu datang. Ia bertanya pada salah sat murid yang ayamnya sudah mati, ‘Ceritakanlah padaku bagaimana enkau menyelesaikan tugas yang kuberikan kemarin!’ murid itu menjawab. ‘Guru, aku pergi ke hutan saat tengah malam, kupastikan tak ada seorangpun yang mengikutiku. Kemudian, aku bunuh ayam itu, lalu kembali pulang’, murid yang lain berkata ‘Aku masuk kedalam gua di atas bukit, dimana tak seorng pun bisa memanjatnya. Lalu aku bunuh ayam itu dan kembali pulang’ Kini, tiba giliran murid kesayangan sang guru. Ia berkata ‘Maaf guru, tapi aku tak bis menemukan tempat dimana tak seorang pun bisa melihatku. Kemana pun aku pergi, selalu ada tuhan yang melihatku. Jadi aku tak dapat melaksanakan perintahmu, dan kini ayamku masih hidup.’
Sang guru tersenyum dan berkata ‘Sekarang kalian lihat mengapa ia murid yang istimewa? Ia tau bahwa tuhan selalu melihat, karena itu tak terpikir olehnya untuk berbuat jahat karena ia merasa bahwa Tuhan selalu mengawasinya, bahkan jika tak ada seorang pun ada di sekitarnya. Karena itulah, ia menjadi murid kesayanganku’.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 25, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: